4.28.2013


Aanalisis nama teman facebook

Teman facebook yang sama miliki yaitu 648 orang. Ada beberapa oang yang menggunakan nama asli merak dan ada beberapa oarng yang menngunakan nama inisial atau nama panggilan. Yang menggunakan nama asli terdapat 618 orang yaitu kira-kira 95%. Sedangkan yang tidak menggunakan nama asli terdapat 30 orang yaitu kira-kira 5%.
Dari data yang saya dapat, saya beranggapan bahwa teman-teman saya yang tidak menggunakan nama asli, mereka tidak percaya diri terhadap nama asli mereka. Dan kebalikannya, bagi teman-teman saya yang menggunakan nama aslinya mereka cukup percaya diri dan bangga dengan nama yang mereka gunakan.
Mungkin ada beberapa alasan mengapa teman-teman saya tidak menggunakan nama asli mereka, mungkin mereka malu dengan nama asli yang diberikan oleh orang tua mereka, mungkin nama yang diberikan kurang gaul atau kurang keren, dan bisa jadi nama asli mereka kurang atau susah untuk dihafal orang lain maka mereka tidak menggunakan nama asli, melainkan menggunakan nama panggilan mereka. Teteapi semua ini kembali kepada para individunya mau menggunakan nama asli atau nama palsu mereka.

Pertemuan ke-9, Distribusi, Franchise, dan Multiple Level Marketing

Perkuliahan  : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen          : Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd
Tempat        : Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan
Ruang          : 305
Waktu         : 13.30 - 15.30
Jurusan        : Manajemen Pendidikan

Pada minggu ini presentasi dilakukan seperti pertama kali pertemuan, yaitu dengan mempresentasikan di depan kelas. Presentasi kali ini langsung di pimpin oleh bapak Amril, minggu ini yang mempresentasikan adalah kelompok tujuh. Bapak Amril juga memberikan tugas tambahan selain report mingguan yaitu menganalisis nama teman yang terdapat pada facebook dari masing-masing mahasiswa, ada berapa banyak nama teman facebook yang menggunakan nama asli dan ada berapa nama teman di facebook yang tidak menggunakan nama asli.

Distribusi, Franchise, dan Multiple Level Marketing


A.    Distribusi
Distribusi merupakan suatu proses yang menunjukan penyaluran barang yang dibuat dari produsen agar sampai kepada para konsumen yang tersebuar luas. Fungsi distribusi ialah melakukan atau mengantarkan barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen baik dari daerah yang dekat atau jauh sehingga dari seluruh pelosok Indonesia dapat merasakan barang atau jasa yang dihasilkan. Distribusi berdasarkan lokasi yaitu keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan dengan dimana operasi dan stafnya akan ditempatkan, terdapat tiga katagori yaitu: (1) konsumen mendatangi jasa; (2) penyedia jasa mendatangi konsumen; (3) transaksi jasa dilakukan melalui “kepanjang tangan” perusahaan.
Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjebatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut digolongkan kedalam dua golongan yaitu pedagang perantara dan agen perantara. Tipe-tipe saluran distribusi yaitu: (1) secarang langsung yg terdiri dari selling at the point production, selling at the producer’s retail store, selling door to door, dan selling through mail; (2) secara tidak langsung. Faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam menentukan saluran distribusi: (1) faktor pasar; (2) faktor barang; (3) faktor perusahaan; (4) faktor perantara; dan (5) faktor saingan.

B.     Franchise (waralaba)
Franchise adalah suatu system pendistribusian jasa atau barang kepada pelanggan akhir, dinama pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melakukan bisnis dengan merek, nama, sistem, produser dan cara-cara yang teah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Ciri-ciri waralaba yang menjanjikan:
1.  Memiliki system kuat dan bermodal besar
2.   Memiliki laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan.
3.  Tak sekedar menjula bisnis.
4.  Menyediakan pelatihan kepada tenaga kerja, hingga mereka mahir melakukan tugasnya.
5.  Menyediakan alat-alat yangdibutuhkan sehinggan pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai bahannya
7.  Jujur kepada pewaralab mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.
Ada enam kriteia yang harus dipenuhi dalam waralaba, yaitu: (1) memiliki cirri khas usaha; (2) terbuktu sudah memiliki keuntungan; (3) memilik standar atas pelayanan barang dan jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis; (4) mudah diajarkan dan diaplikasikan; (5) adanya dukungan yang berkesinambungan; dan (6) hak dan kekayaan intelektual yang telah terdaftar.

C.     Multiple Level Maketing
Suatu cara atau metode yang dirancang oleh perusahaan untuk mewarkan suatu produk dan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan, dengan jalan melaksanakan penjualan secara langsung kepada konsumen melalui suatu jaringan yang dikembangkan oleh para distribusi lepas. Cara kerja dari multiple level marketing yaitu: (1) pertama-tama anda akan disponsori oleh seorang distribusi perusahaan MLM; (2) membayar uang pangkal/pendaftaran; (3) menandatangani perjanjian atau kontrak; (4) melaksanakan aktivitas penjualan produk; dan (5) mengembangkan jaringan.

4.21.2013


Nama saya Berta Mahariyanti yang dapat di artikan orang yang mau belajar, penuh semangat, baik, dan juga berpengetahuan luas.

Dari arti nama saya di atas saya ingin membuat sebuah sanggar tari di mana memberikan banyak pengetahuan dan semangat yang terus berada di dalam diri masing-masing murid. Saya akan memberikan nama sanggar tari ini dengan nama Mahakarya, nama Mahakarya ini saya ambil dari nama belakang saya yaitu Mahariyanti dan karya. Kenapa saya menggunakan nama karya? Kerena saya ingin anak-anak yang telah belajar menari di sanggar ini dapat membuat sebuah karya yang berkualitas, selain itu juga dapat menjadi seorang guru tari yang menciptakan karya seni tari yang baru dan berkualitas.

Jadi nama sanggar saya adalah Mahakarya


Mengapa saya mendirikan sanggar tari ini, yaitu untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa banyak tari-tarian Indonesia yang sudah dilupakan, selain tari-tarian budaya juga banyak yang di lupakan. Dengan adanya sanggar diharapkan dapat membantu msyarakat luas untuk tidak melupakan tarian atau budaya yang ada di Indonesia selain itu para penerus bangsa juga dapat mengahargai setiap budaya yang ada.

Pertemuan ke-8, Merek Dagang dan Nilai Konsep Pemasaran

Perkuliahan  : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen          : Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd
Tempat        : Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan
Ruang          : 306
Waktu         : 13.30 - 15.30
Jurusan        : Manajemen Pendidikan

Pada minggu ini presentasi dilakukan seperti pertama kali pertemuan, yaitu dengan mempresentasikan di depan kelas. Presentasi kali ini langsung di pimpin oleh bapak Amril, minggu ini yang mempresentasikan adalah kelompok enam. Bapak Amril juga memberikan tugas tambahan selain report mingguan yaitu menganalisis nama bisnis dari nama masing-masing mahasiswa.

Merek Dagang dan Nilai Konsep Pemasaran

Merek merupakan kombinasi lengkap dari asosiasi yang orang bayangkan ketika mendengar sebuah nama perusahaan atau produk. Merek adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan produk, atau layanan semua atribut baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.

Fungsi dari sebuah merek yaitu:
  1. Tanda pengenal barang
  2. Alat promosi
  3. Jaminan atas kwalitas suatu barang
  4. Menunjukkan asal barang

Ekuitas sebuah merek dapat dukur dari:
Pertama, keasadaran merek yaitu dimana merek tersebut masih di ingat oleh masyarakat atau malah merek suatu produk sudah dilupakan di pasaran.
Kedua, penerimaan merek yaitu suatu merek produk masih di terima di pasaran selain di terima di pasaran merek produk tersebut juga mudah di ingat oleh para konsumen.
Ketiga, prefensi merek yaitu suatu merek yang lebih berkwalitas atau lebih unggul dari merek yang lainnya.
Keempat, kesetiaan merek yaitu suatu merek yang banyak di gunakan atau di beli oleh konsumen dan juga konsumen tersebut merasa cock dengan merek produk tersebut tanpa harus pindah ke produk lain karena merek produk tersebut sudah berkwalitas.

Maka dari itu apabila ekuitas merek itu tinggi maka akan menghasilkan penghasilan atau keuntungan yang cukup besar.

Ada beberapa strategi dalam menentukan suatu produk:
  1. Perluasan lini
  2. Perluasan merek
  3. Mutu merek
  4. Merek baru merek bersama

Merek yang baik memberikan peluang yang besar bagi produk untuk sukses di pasar. Kualitas yang diinginkan oleh konsumen dari suatu merek yaitu:
  1. Harga mengambarkan sesuatu tentang manfaat dan kulitas produk
  2. Mudah diucapkan, dikenali, dan diingat
  3. Harus distinctive
  4. Mudah diterjemahkan ke bahasa asing
  5. Dapat didaftarkan dan dilindungi secara hukum.


semoga materi ini dapat bermanfaat ^_^

4.14.2013

Tugas Tambahan


Sesuai dengan tugas yang sebelumnya yaitu dalam membuat suatu usaha, saya membuat sebuah usaha sanggar tari tradisional sanggar tari ini bernama Sanggar Mahakarya. Sanggar tari ini bertujuan agar para generasi muda dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya, mengenali budaya-budaya yang ada di Indonesia, dan juga dapat menghargai budaya yang ada di Indonesia.

Nama sanggar Mahakrya ini saya dapatkan dari nama belakang saya yaitu Mahariyanti dan untuk karyanya, saya ingin anak-anak yang telah belajar di sanggar tari ini dapat membuat sebuah karya yang berkualitas, selain itu juga dapat menjadi sebuah guru tari yang menciptakan karya seni tari yang baru. Dengan alasan yang saya sebutkan di atas, saya menamakan nama sanggar tari saya dengan nama sanggar Mahakarya.

Sanggar tari ini diperuntukkan mulai dari usia 5 tahun. Biaya pendaftaran yaitu Rp 15.000,- dan untuk biaya setiap bulannya yaitu Rp 25.000,- biaya ini untuk sewa tempat dan juga penambilan yang diadakan setiap enam bulan sekali. Dengan adanya pementasan setiap enam bulan sekali para murid bisa merasakan tampil di depan umum atau di hadapan orang banyak. Selain pementasan setiap enak bulan sekali, sanggar ini juga sering mengikuti lomba-lomba yang ada.

Dalam sanggar tari ini akan di ajarkan menari tradisonal dari berbagai daerah, selain menari para murid juga di ajarkan memainkan alat music daerah, mereka juga diajarkan bernyanyi lagu daerah. Dengan mempelajari beberapa kegiatan yang ada kita akan mengetahui bakat apa yang mereka miliki.

Sanggar tari ini akan saya promosikan kepada orang-orang yang terdapat dilingkungan sekitar, selain lingkungan saya juga akan mempromosikannya kepada teman-teman terdekat.  Lokasi untuk sanggar ini sangat strategis yaitu di pinggir jalan raya. 

Pertemuan ke-7, Penciptaan dan Perkembangan Produk

Perkuliahan  : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen          : Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd
Tempat        : Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan
Ruang          : 306
Waktu         : 13.30 - 15.30
Jurusan        : Manajemen Pendidikan

Pada minggu ini presentasi dilakukan seperti pertama kali pertemuan, yaitu dengan mempresentasikan di depan kelas. Presentasi kali ini langsung di pimpin oleh bapak Amril, minggu ini yang mempresentasikan adalah kelompok lima. Bapak Amril juga memberikan tugas tambahan selain report mingguan yaitu membuat cerita pengembangan produk baru (jasa pendidikan).

Penciptaan dan Perkembangan Produk

Sebelum kita membahas tentang penciptaan dan pengembangan produk, kita harus tau dulu apa itu produk? Produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan. Produk juga dibagi menjadi dua yaitu produk berupa jasa dana produk berupa barang. Setelah kita mengetahui apa itu produk, kita juga harus membuat perencanaan produk. Dimana kita akan merencanakan produk apa yang belum ada, selain itu produk tersebut dapat bermanfaat bagi para konsumennya. Setelah kita merencanakan kita akan mengembangkan produk tersebut, dalam mengembangkan produk tersebut kita harus melalui delapan tahap yaitu:
  1. Penciptaan sumber
  2. Penyaring ide
  3. Pengembangan dan pengujian konsep
  4. Pengembangan strategi pemasaran
  5. Analisis usaha
  6. Pengembangan produk
  7. Marketing testing
  8. Komersialisasi

Produk baru yaitu hasil dari kreativitas, menggantikan produk lama, tetapi beda penggunaan, dan produk initativ. Produk bisa dikatakan baru apabila mendapatkan tanggapan dari konsumen.

semoga materi ini dapat bermanfaat ^_^

3.30.2013


Pertemuan ke-6, Buaran Pemasaran Jasa

Perkuliahan  : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen          : Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd
Tempat        : Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan
Ruang          : 306
Waktu         : 13.30 - 15.30
Jurusan        : Manajemen Pendidikan

Presentasi minggu ini sama seperti presentasi minggu kemarin. Hari pemapar adalah kelompok 4 yang terdiri dari Aprilianita Nasution, Khairiyah Aprilianti, Devi Alfikasari, dan Nisa Indriani. Untuk materi ini saya mendapatkan pemapar Aprilianti Nasution. Minggu ini bapak Amril selaku dosen mata kuliah tersebut tidak dapat hadir dikarenakan ada urusan, jadi minggu ini tidak di hadiri oleh dosen tetepi presentasi tetap berjalan dengan baik.


Buaran Pemasaran Jasa

Buaran pemasaran jasa adalah elemen-elemen organisasi perusahaan yang dapat dikontrol oleh perusahaan dalam melakukan komunikasi dengan kunsumen dan akan dipakai untuk memuaskan konsumen. Bauran pemasaran jasa bersifat fleksibel karena bauran pemasaran masih bisa berubah-ubah tergantung target pasarnya. Konsep  buaran pemasaran jasa yaitu 7p:

  1. Product (Produk) yaitu barang fisik, jasa, ataupun kombinasi keduanya, yang ditawarkan kepada konsumen. Produk merupakan elemen marketing mix yang pertama yang perlu kita ketahui, untuk dapat menyususn bauran pemasaran selanjutnya yang sesuai dengan jenis produk tersebut.
  2. Price (harga/tarif) yaitu sejumlah uang yang harus dikeluarkan pelanggan untuk memperoleh produk dari perusahaan. Ini merupakan titik kritis dalam bauran pemasaran jasa dan memainkan peranan penting dalam gambaran kualitas jasa. Menurut Zeithalm dan Bitner menjelaskan tiga dasa penetapan harga yaitu penetapan harga berdasarkan biaya, penetapan harga berdasarkan persaingan, dan penetapan harga berdasarkan permintaan.
  3. Place (Tempat) yaitu pelaksanaan program penyaluran produk melalui lokasi pelayanan yang tepat. Dalam pertimbangan pemilihan tempat/lokasi ada delapan faktor yang haru dipenuhi yaitu : akses, visibilitas, lalu lintas, ekspansi, lingkungan, lokasi peasing, dan peraturan pemerintah.
  4. Promotion (Promosi) yaitu salah satu faktor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Kombinasi dari variabel-variabe periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, dan publisitas yang dilakukan perusahaan dalam uapaya mengkomunikasikan produk kepada para pelanggan (konsumen), sehingga para pelnggan (konsumen termotivasi/terdorong untuk melakukan pembelian.
  5. People (Orang) yaitu orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi semua organisasi. Dalam perusahaan jasa unsur people ini bukan hanya memainkan peranan penting dalam bidang produksi atau operasional saja, tetapi juga dalam melakukan hubungan kontak langsung dengan konsumen. Elemen people memiliki dua aspek yaitu, service people dan costumer.
  6. Physical Evidence (Sarana Fisik) yaitu suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang terdapay di dalam physical evidence antara lain lingkuan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya yang disatukan dengan Service yang diberikan seperti tiket, sampul, label, dll.
  7. Process (Proses) yaitu suatu upaya perusahaan dalam mejalankan dan meaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya. 

Sekian materi yang saya buat, semoga bermanfaat (^_^)

3.24.2013


pertemuan ke 5, positioning dan jasa pemasaran

perkuliahan : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen : Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd
Tempat : Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan
Ruang : 306
Waktu : 13.30 - 15.30
Jurusan : Manajemen Pendidikan 

Pada minggu ini sistem presentasinya berbeda dengan pertemuan sebelumnya. Pada pertemuan kali ini kelompok 3 (tiga), yang terdiri dari Gelar Gelora Mestika (Tika), Dian Rahmahwati (Dian), Novi Andriani (Novi), dan Dhea Anggun (Dea). Setiap oarang dari anggota tersebut mempresentasikan masil kerjanya kepada beberapa kelompok. Contoh Novi yang mempresentasikan kepada kelompok 1,5,dan 8.

Saya dari kelompok 8 mendapatkan yang mempresentasikan adalah Novi Andriani (Novi). Novi menjelaskan pengertian positioning, menetapkan strategi positioning, level positioning, dan proses positioning. Setelah Novi mempresentasikan, dilanjut bapak Amril selaku dosen yang menjelaskan kembali materi positioning.

Positioning adalah proses dimana pemasar mencoba menciptakan citra atau identitas di benak terget pasar mereka untuk produk, merek, atau organisasi. Yang mendasari dari positioning yaitu dasarnya marketing mix, memposisikan produk ke dalam pasar, keunggulan, pesaing, lingkungan, exist, dan profit mix.

Menetapkan strategi positioning :
1.     menganalisis kebutuhan
2.     menentukan kebutuhan pasar sasaran
3.     menganalisis kopetensi
4.     kekuatan produk itu sendiri
5.     hal yang berbeda
6.     pesaing yang masih sedikit
7.     kelebihan dan kekurangan produk itu sendiri

Macam-macam dari positioning ada 5, yaitu :
  1. Confused positioning – brand yang sudah terkenal
  2. Under positioning – keunggulan apa yang menonjol dari suatu produk
  3. Over positioning – tidak semua satu produk berhasil dalam suatu barang
  4. Re positioning – menetapkan yang baru terhadap pesaing
  5. De positioning – melihat kemampuan

Sebuah perusahan harus mengetahui produk yang akan dikeluarkan oleh perusahaan tersebut, mempunyai keunggulan yang dapat menarik peminat pembeli dengan baik. Selain itu juga harus bisa menunjukkan merek yang mudah di ingat oleh masyarakat luas. Dengan begitu produk yang dihasilkan akan terjual dengan baik, selain itu juga dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.

Sekian materi yang dapat disampaikan, semoga dapat berguna ^_^

3.10.2013


Usaha : les tari tradisional
Nama usaha : sanggar maha karya

            Di sanggar ini akan di ajarkan berbagai jenis tarian tradisional yang ada di Indonesia. Terutama tarian dari daerah DKI Jakarta, Jawa, Bali, Aceh, dan Sumatra. Selain mengajarkan tarian tradisional disini juga akan diberikan pengetahuna tentang sejarang tarian yang akan di ajarkan. Seperti tarian dari Jawa Timur yaitu tarian remo. Tarian remo ini biasa di lakukan pada saat suatu acara, dan tarian ini dilakukan pada saat pembukaan. Biasa nya tariani ini dilakukan oleh laki-laki, tatapi sekarang wanita juga bisa menarikan. Hanya dengan menggunakan make up seorang pria saja.

           Selain dapat belajar tarian dan mengetahui sejarah dari tarian yang akan di tarikan. Di sanggar ini juga dapat di ajarkan sedikit bahasa dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Anak-anak yang ikut dalam sanggar ini dapat mengekspresikan tarian dengan menampilkan tariannya tiga bulan sekali. Selain menampilkan anak anak tersebut juga dapat mengikuti ujian agar mengetahui sejauh mana mereka sudah menguasi tarian tersebut.

          Apabila dilihat dari segmentasi pasar dimulai dari geografinya sanggar ini berada di sebelah rumah saya senidiri dengan menyewa rumah. Saya memilih di deket rumah saya karena disekitar rumah saya banyak anak-anak kecil yang bisa saya ajarkan. Kalau dari demografinya tertuju kepada anak-anak. Psikografinya di sekitar rumah saya termasuk dalam kalangan menengah.

               Strategi pemasarannya yaitu melalui brosur, dari mulut ke mulut, dan papan nama sanggar. Sanggar tertuju pada kalangan anak-anak hingga remaja. Saya membuka sanggar ini agar anak-anak dan remaja saat dapat menghargai budaya bangsa kita senidir, selain itu juga dapat mengetahui buadaya yang ada di Indonesia. Karena budaya di Indonesia tidak kalah hebat dengan budaya luar mungkin budaya Indonesia lebih hebat dari pada budaya luar.

BERTA MAHARIYANTI
MP NONREG 2011

Variable segmentasi pasar ada empat yaitu geografi, demografi, psikografi, dan perilaku. Saya akan menjelaskan perbedaan psikografi dan perilaku.

1. Psikografi
Dalam psikografi dapat dilihat dari lingkungan social, kelas ekonomi, personalitas, dan gaya hidup.
Dari kelas ekonomi kita dapat melihat kelas ekonomi dari suatu daerah apakah daerah tersebut termasuk kalangan bawah, menengah, atau atas. agar dalam pemasaran kita tidak salah dalam penjualan. Karna apabila kita salah dapat merugikan penjualan tersebut.
Dari gaya hidup, kita dapat menyakan aktivitas mereka, kegitan keseharian mereka, dan banyak pertanyaan yang berkaitan dengan gaya hidupp mereka. Agar kita tidak salah dalam menawarkan suatu produk terhadap suatu wilayah. Selain itu kita juga dapat mengelompokkan produk yang akan kita jual, agar dapat memudahkan konsumen dalam berbelanja.
Lingkungan social, kita juga dapat melihat dari lingkungan yang ada di sekitar pasar. Selain itu kita juga dapat melihat dari keinginan konsumen dan banyak minat suatu produk dari konsumen. Agar mempermudah dalam pengelompokannya.
Jadi, psikografi berengaruh dalam segmentasi pasar, karena dengan ada nya psikografi kita dapat mengetahui apa yang sedang di inginkan oleh konsumen, bagaimana gaya hidup dari konsumen, bagaimana ekonomi dari suatu tempat terbesut, dan bagaimana lingkan sosialnya. Dengan begitu dapat mempermudah dalam pengelompokkan.

2. Perilaku
Dalam segmentasi pasar perilaku juga sangat berpengaruh, karena kita dapat melihat dari manfaat produk yang digunakan oleh konsumen apakah itu sangat bermanfaat atau hanya untuk memenuhi kebutuhan saja, status pakai yaitu , tanggapan terhadap produk tersebut yaitu bagaimana produk yang diproduksi apakahh sudah bagus atau belum apakah sudah cukup baik atau belum, pengetahuan konsumen kepada suatu produk yaitu apakah konsumen mengetahui produk tersebut baik dari tujuan dan manfaat produk tersebut, apakah konsumen sudah siap terhadap suatu produk yang diproduksi kita harus mengetahui kesiapan dari konsumen agar kita dapat memproduksi suatu produk dapat di terima oleh para konsumen, dan yang terakhir sikap terhadap produk yaitu bagaimana sikap terhadap suatu produk apakah di minati atau tidak.
Pertemuan ke-4 (Segmentasi dan Targeting Pasar Jasa Pendidikan)

Perkuliahan : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen : Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd
Tempat : Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan
Ruang : 306
Waktu : 13.30 – 15.30
Jurusan : Manajemen Pendidikan

Perkuliahan minggu ini kelompok 2 mempresentasikan tentang segmentasi pasar. Kelompok 2 terdiri dari Yohanes, Syifa, Vera, dan Pratama Dhanty.

Segementasi pasar merupakan pengelompokan pasar yang bersifat heterogen menjadi homogen. Varibelnya geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.
  •  Goegrafi, dilihat dari wilayah, ukuran kota, pendapatan perwilayah.
  •  Demografi, dilihat dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, dan suku
  • Psikografi, dilihat dari kelas ekonomi, gaya hidup, kepribadian
  •  Perilaku, dilihat dari peristiwa, manfaat, status pakai, tingkat pemakaian, dan tahap kesiapan

Proses dari segmentasi pasar, yaitu:
Pertama survey, sebelum membuat pasar apa yg akan kita buat, kita harus melihat situasi tempat tersebut.
Kedua analisis, setelah kita mengetahui situasi tempat yang akan didirikan pasar. Kita akan menganalisis apa saja kebutuhannya, kelas ekonomi, dll.
Ketiga pembentukan, setelah kita melakukan survey dan analisis baru kita bentuk pasar tersebut.

Segmentasi pasar di buat agar mempermudah konsumen dan agar lebih efektif, mencegah terjadinya pemborosan sumber daya, dan loyalitas pelanggan. Segmentasi pasar dilakukan oleh para pedagang pasar.
Segmentasi pasar yang efektif dapat diukur, besar, dapat dijangkau, dapat dibedakan, dapat diambil. Penetapan targeting pasar: 
1. Mengevaluasi segmen pasar
2. Memilih segmen pasar
3. Pertimbangan tambahan dalam mengevaluasi dan memilih segmen.

Sebelum perkuliahan selesai bapak amril selaku dosen matakuliah tersebut memberikan tugas tambahan yaitu
1. Menjelaskan perbedaan segmentasi psikologis dan perilaku untuk kelompok 7 dan 8
2. Tentukan nama dan bisnis jasa pendidikan/pengembangan SDM, tentukan pendekatan yang anda gunakan untuk menentukan segmen pasar dengan berikan alasan. 

3.03.2013

pada minggu ini perkuliahan manajemen pemasaran jasa membahas tentang analisis lingkuangan pemasaran yang di pimpin. perkuliah tersebut dilaksanakan di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan, di ruang 306. yang berlangsung pada pukul 13.30 - 15.30 yang dipimpin oleh Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd selaku dosen makakuliah tersebut.

minggu sudah dimulai dengan presentasi kelompok. Kelompok pertama membahas analisis lingkungan pemasaran. Kelompok pertama menjelaskan bahwa analisis kebutuhan dan kecenderungan dalam lingkungan adalah: demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan kebudayaan.

Faktor-faktor lingkungan pemasaran:
1. internal, berasal dari dalam perusahaan dan dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan
2. eksternal. bersasal dari luar perusahaan dan dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
        a. mikro. lingkungan persaingan, lingkungan pasar, lingkungan pemasukan.
        b. mikro. ekonomi, teknologi, politik dalam hukum, demografi dan lingkungan budaya

lingkungan pemasaransan sangat memperhatikan siapa yang menjadi pelanggan pemasaran tersebut.

di atas adalah sebagian materi yang di berikan oleh kelompok yang presentasi. setelah presentasi selesai bapak amril melanjutkan menjelaskan lebih jelas dan lebih lanjut.dan untuk minggu selanjutya di lanjutkan oleh keompok kedua yang membahas materi selanjut nya.

2.24.2013

Jakarta, rawamangun, senin 18 februari 2011 bertempat di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ruang 306. Dalam perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa yang dimulai pada pukul 13.30 – 15.30 yang dipimpin oleh Dr.Amril Muhammad, SE,M.Pd selaku dosen matakuliah tersebut.

Pada pertemuan kali ini beliau menyampaikan materi tentang pengertian manajemen pemasaran jasa. Sebagian materinya bisa dilihat di bawah ini.

Manajemen pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendaptkan yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan lainnya.

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, kemahiran,digunakan atau dikonsumsi yang mungkin memuaskan keinginan atau kebutuhan, termasuk di dalamnya benda-benda fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan ide-ide. Ada dua jenis produk:
1. Nyata (barang, makanan dll)
2. Tidak nyata (jasa, layanan dll)

KATA KUNCI DALAM PEMASARAN
1.       Value                : nilai
2.       Satisfaction       : kepuasan
3.       Quality              : kualitas
4.       Exchange          : penukaran
5.       Transaction       : transaksi
6.       Relationship      : hubungan

Filsafat Manajemen Pemasara:

1. Konsep Produksi
Konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan murah harganya. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan ditribusi yang luas.

2. Konsep produk
Konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, penampilan, dan produk yang berkualitas.

3.Konsep penjualan
Konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

4. Konsep pemasaran
Untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara efektif dan efisien.

5. Konsep pemasaran masyarakat
Tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan.


KONSEP DASAR JASA

Jasa/layanan adalah semua kegiatan ekonomi yang hasilnya bukan berbentuk produk  atau konstruksi, umumnya dikonsumsi pada waktu diproduksi. Karakteristik jasa:
1. Intangibility
  • Tidak dapat dirasa, diraba, dicium, didengar sebelum jasa itu dibeli -  menggambarkan kinerja.
  • Pelanggan membeli jasa, bisa dikonsumsi tapi tidak bisa dimiliki.
  • Kualitas jasa tampak pada : tempat, orang, bahan-bahan, harga, dan simbol.
  • Tugas penyedia  jasa : managing the evidence, tangible the intangible (Levit, 1977).
2. Inseparability
  • Jasa di jual dulu, diproduksi dan dikunsumsi secara bersamaan.
  • Interaksi penyedia dan pelanggan mempengaruhi hasil jasa.
  • Kunci sukses pada kualitas penyedia dan keterlibatan pelanggan.
  • Fasilitas pendukung dan pemilihan lokasi penyediaan jasa menjadi pertimbangan utama.
3. Variability
  • Nonstandardized output - bervariasi bentuk, kualitas, jenis.
  • Penyebab : kerjasama pelanggan, motivasi, penyedia layanan, beban kerja perusahaan.
  • Upaya untuk menjaga kualitas jasa : investasi personal, standarisasi proses, memantau kepuasan pelanggan.
  • Costumization - disain kebutuhan pelanggan.
4. Perishability
  • Komoditas jasa tak tahan lama, tak dapat disimpan.
  • Bisa disimpan dalam bentuk reservasi.
  • Permintaan pelanggan bervariasi dipengaruhi musim.
KUNCI SUKSES JASA
  1. Renewing the service offering (Memperbaharui menawarkan layanan).
  2. Localizing the point-of service system (Melokalisir sistem layanan point-of).
  3. Leveraging the service contract (Memanfaatkan kontrak layanan).
  4. Using information power strategically (Menggunakan daya informasi strategis).
  5. Determining the strategic value of a service business (Menentukan nilai strategis dari bisnis jasa).